Sabtu, 15 Juni 2013

Dia adalah…..
Tak ada yang tahu darimana dia berasal. Tak seorang pun tahu. Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Memang begitu indah. Illahi memang begitu Agung. Aku makin percaya itu.
Minggu pagi, dia melintas di hadapanku. Ketika aku terduduk di pinggir jalan dengan bukuku. Dan Gasalle disampingku. Aku tak melewatkan kehadirannya. Tepat mukaku dia melintas. Mataku hanya tertuju pada matanya. Dia bersama ibunya kukira. Dua wanita itu berjalan. Begitu anggun. Dan senyum tiba-tiba merekah. Aku lalu sadari itu senyuman terindah yang pernah aku lihat.

Dia berhenti bersama ibunya. Dan tanpa sengaja matanya menatapku. Kami bertukar pandang sebentar. Kunikmati tatap matanya juga. Dia lalu tersenyum padaku. Tidak. Langit sedang meruntuhiku. Aku tak bisa menerimanya kali ini. Kurasa ini untuk pertama kalinya dalam hidupku langit runtuh.
Selanjutnya dia menatap ke arah lain, lalu pergi. Dia berjalan pelan dengan keanggunannya. Dan bayangnya masih tersimpan di kepalaku. Lalu kucoba nikmati bacaan yang kunafikan karena kehadirannya. Ternyata itu sulit. Segera kututup bukuku dan bergegas pergi. Demi perayaan indahnya pagi ini. Kemudian, aku tak pernah melupakan pagi itu.
Aku selalu bertanya-tanya, kenapa Illahi harus menciptakannya? Dia begitu berbeda. Aku tidak bisa mengingat yang lain ketika bersamanya. Aku seperti masuk dalam sebuah dunia yang mungkin terlalu asing bagiku. Namun itu tetap sesuatu yang menyenangkan.
Ada mata yang sulit dilupakan darinya. Sesuatu yang belum pernah kutemui sebelumnya. Senyum yang sesejuk embun pagi. Mata dan senyumnya selalu dalam pikiranku. Tidak akan lepas dari mataku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar